DIALOG BERITA, Kepulauan Tanimbar – Tokoh muda Islam Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sumitro Fenanlambir, meminta Bupati untuk mengambil sikap terkait dengan kevakuman pengurus PHBI Kabupaten yang dinilai telah diserobot oleh penduduk non-asli daerah. Menurut Sumitro, hal ini mestinya menjadi ruang bagi anak asli daerah untuk berkontribusi dan memberikan dedikasi untuk kemajuan umat di Tanimbar.
Sumitro menilai bahwa kevakuman pengurus PHBI Kabupaten dapat berdampak pada kurangnya partisipasi dan kontribusi anak asli daerah dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Oleh karena itu, ia meminta Bupati untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa anak asli daerah dapat berperan aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Lebih lanjut, Sumitro juga menyoroti kondisi lembaga-lembaga umat lainnya di Kepulauan Tanimbar, seperti MUI, LPTQ, dan BAZNAS, yang dinilai didominasi oleh masyarakat non-asli daerah. Ia menilai bahwa hal ini menunjukkan tidak adanya ruang bagi anak asli daerah untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
“Apalagi saat ini pengurus MUI, LPTQ, BAZNAS, dan semua lembaga umat lainnya hanya terisi oleh masyarakat nomaden yang datang karena hidup dan karena bisnis. Dari sisi penataan organisasi, tidak pernah diberikan ruang bagi anak daerah,” ungkap Sumitro.
Sumitro juga menyoroti budaya pembentukan/pemilihan/musyawarah yang hanya melibatkan orang-orang tertentu saja, sehingga mereka yang terlibat sebagai pengurus pada hampir semua lembaga umat Islam yang ada di Tanimbar. “Saatnya untuk memberikan pembenahan dan perbaikan agar anak daerah diberikan ruang,” tegasnya.
Selain itu, Sumitro juga menilai bahwa pada setiap lembaga umat, para pengurus inti sudah nyaman dengan posisinya dalam kurun waktu belasan tahun. Oleh karena itu, saatnya untuk ada kaderisasi dan regenerasi dengan merekrut anak asli daerah sebagai pengurus, dimulai dari PHBI. “Dengan demikian, diharapkan anak asli daerah dapat berperan aktif dalam memajukan umat dan masyarakat di daerah tersebut,” harapnya.
Sumitro berharap Bupati dapat mengambil sikap sesuai dengan kewenangan yang dimiliki untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa anak asli daerah dapat berkontribusi secara maksimal dalam kegiatan keagamaan dan sosial di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dengan demikian, diharapkan anak asli daerah dapat berperan aktif dalam memajukan umat dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (Randy Fenan)
















