DIALOG BERITA, Kisaran – Rencana aksi unjuk rasa yang digadang-gadang mahasiswa Asahan pada Kamis (7/5/2026) batal terlaksana tanpa alasan yang jelas. Aksi tersebut sebelumnya ditujukan untuk menyoroti dugaan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas di Kecamatan Kisaran Barat.
Aidil Akbar Lubis, yang mengatasnamakan Mahasiswa Asahan, sempat menyatakan akan melaporkan Camat Kisaran Barat M. Aris Munandar kepada Menteri Dalam Negeri dan Kejaksaan Negeri Kisaran. Ia menuding adanya anggaran perjalanan dinas miliaran rupiah yang dinilai tidak masuk akal, bahkan melebihi kapasitas jabatan eselon II di Pemkab Asahan.

Menanggapi tudingan itu, Aris Munandar menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memaparkan, anggaran Kecamatan Kisaran Barat tahun 2025 sebesar Rp14.070.831.785 dengan realisasi Rp13.318.252.539 dan Silpa Rp752.579.246. Tingkat penyerapan anggaran pun mencapai 94,65 persen.
Aris menjelaskan, belanja perjalanan dinas untuk camat hanya Rp25.000.000 setahun, sementara setiap lurah mendapat Rp15.000.000. Dengan jumlah 13 kelurahan, total anggaran perjalanan dinas lurah Rp195.000.000. Namun, pada 2025, perjalanan dinas camat hanya terpakai Rp8.130.000, sedangkan anggaran perjalanan dinas lurah tidak digunakan sama sekali.
“Jadi tidak benar perjalanan dinas saya sampai miliaran. Kami sudah diperiksa oleh Inspektorat dan Badan Keuangan Negara. Kalau ada temuan, pasti ketahuan,” tegas Aris.
Ia juga menyayangkan sikap mahasiswa yang tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan tudingan. Meski begitu, Aris menanggapi santai rencana aksi mahasiswa.
“Itu hak mereka, saya tidak bisa melarang,” ujarnya.
Pantauan mediadialognews.com dan dialogberita.com di lapangan menunjukkan bahwa aksi yang direncanakan tidak jadi digelar. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab batalnya aksi tersebut. (Red)
















