• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Dialog Berita
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI
No Result
View All Result
Dialog Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI
Home Daerah

Antrean BBM, Cermin Pendek Akal Pengelola Negeri

Oleh : Youthma Alqausha Aruan

Redaksi by Redaksi
Desember 4, 2025
in Daerah, Ekonomi, Hukrim, Pendidikan, Politik
0
Antrean BBM, Cermin Pendek Akal Pengelola Negeri
0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Begitu mengenaskan melihat keadaan negeri ini. Mengurus BBM saja sudah seperti ujian akhir negara berkembang: selalu gagal, selalu berulang, dan selalu memalukan. Kita punya tambang, punya ladang minyak, punya perusahaan energi besar — tapi entah bagaimana, rakyat yang tidak salah apa-apa tetap dipaksa mengular dalam antrean panjang, menghabiskan waktu, tenaga, dan kesabaran hanya untuk beberapa liter BBM yang seharusnya menjadi hak mereka.

Dan para pengelola negeri ini?

Mereka seperti lupa cara berpikir.

Seperti sengaja menutup mata.

Atau mungkin… memang begitu batas kemampuan mereka?

Rakyat berdiri berjam-jam, panas, lelah, sementara para pejabat duduk nyaman dalam ruang ber-AC, membahas “strategi distribusi”, “reformasi energi”, dan “proyeksi ketahanan nasional”. Kata-kata indah yang hidup di slide presentasi, tetapi mati di lapangan — tepat di pom bensin yang antreannya membungkus jalan-jalan kampung, kecamatan, hingga kota.

Di tengah kekacauan itu, muncul nama yang sudah lama menjadi bayang-bayang gelap energi negeri ini: Rizal Chalid.

Nama yang mengendap-endap dalam setiap isu minyak, tidak pernah benar-benar hilang, tidak pernah benar-benar tersentuh. Kasusnya membesar, mengembang, seperti balon skandal yang sengaja dibiarkan melayang tanpa tali. Bau korupsinya terasa, tetapi seolah kehilangan tangan yang berani meraih dan memecahkannya.

Ironisnya, negara ini amat cekatan menindak rakyat kecil yang salah antre atau salah isi BBM. Tapi terhadap para pengatur minyak di balik layar?

Ah, negara tiba-tiba kehilangan keberanian.

Antrean BBM bisa dipotret dan ditindak cepat.

Tapi antrean menuju keadilan?

Itu urusan yang tidak pernah dibahas, apalagi diselesaikan.

Inilah ironi yang begitu telanjang:

Rakyat yang bekerja keras harus antre demi hidup.

Elit yang bermain minyak tak pernah mengantre apa pun —

tidak mengantre keadilan, tidak mengantre rasa malu, bahkan tidak mengantre tanggung jawab.

 

Negeri ini seperti punya dua kitab hukum:

Satu untuk rakyat kecil yang diwajibkan membayar semua kesalahan.

Satu untuk para “pengatur” yang bebas dari semua konsekuensi.

 

Lebih menyakitkan lagi, kelangkaan BBM selalu muncul pada waktu yang paling tidak manusiawi — saat negara dilanda bencana, saat warga berduka di Aceh, Sumut, Sumbar, dan daerah-daerah lain yang porak-poranda. Ketika rakyat sibuk menyelamatkan keluarga, justru para pemain minyak sibuk menyelamatkan keuntungan.

 

Apa ini bukan bentuk penghinaan?

Apa ini bukan bukti bahwa rakyat hanya dianggap statistik, bukan prioritas?

Apa ini bukan tanda bahwa pengelolaan negeri ini sebenarnya tidak pernah sungguh-sungguh untuk rakyat?

 

Antrean BBM melambangkan betapa pendek akalnya pengelola negara dalam menghadapi krisis.

Dan nama-nama seperti Rizal Chalid melambangkan betapa panjang usia permainan minyak yang tidak pernah benar-benar mati — hanya berganti panggung, berganti pelaku, tetapi tetap meneteskan racunnya kepada publik.

 

Rakyat yang lelah tetap disuruh sabar.

Rakyat yang menunggu tetap diminta mengerti.

Rakyat yang kehilangan waktu tetap dianggap masalah kecil.

 

Sementara koruptor tidak pernah kehilangan kesempatan.

Itulah panggung negeri ini:

Yang antre adalah rakyat.

Yang kenyang adalah elit.

Yang disalahkan tetap kita.

Yang menang tetap mereka.

 

Opini Publik:

 

Suara yang Tidak Boleh Padam

 

Dan inilah saatnya publik tidak lagi diam.

Diam berarti membiarkan antrean BBM menjadi tradisi memalukan bangsa.

Diam berarti mengizinkan permainan minyak berjalan terus tanpa perlawanan.

Diam berarti membiarkan negeri ini dipimpin oleh mereka yang tidak sanggup mengelola, tetapi sangat sanggup membiarkan skandal bertumpuk.

 

Opini publik harus menggemakan satu hal:

Kelangkaan BBM bukan sekadar gangguan teknis — ini adalah kegagalan moral, kegagalan kepemimpinan, dan kegagalan keberanian negara dalam menindak para pemain besar yang terlalu lama dibiarkan bebas.

 

Jika negara tidak bergerak, publik harus bersuara.

Jika hukum terus pilih-pilih, rakyat harus menuntut.

Jika skandal minyak terus dibiarkan, maka suara masyarakat menjadi benteng terakhir yang menjaga negeri ini dari gelapnya permainan oligarki energi.

 

Sebab perubahan tidak lahir dari mereka yang kenyang.

Perubahan lahir dari mereka yang sudah terlalu lama antre —

dan sudah terlalu muak untuk terus dipaksa menunggu.

 

Inilah opini publik,

inilah suara getir yang tidak boleh lagi dibungkam. (**)

Previous Post

Dinilai Diskriminatif Terhadap Etnis Minang di Asahan

Next Post

IKLAN KEHILANGAN

Redaksi

Redaksi

Next Post

IKLAN KEHILANGAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
UMK Asahan 2026 Naik Jadi Rp.3.531.361, UMSK Sawit dan Karet Ikut Disesuaikan

UMK Asahan 2026 Naik Jadi Rp.3.531.361, UMSK Sawit dan Karet Ikut Disesuaikan

Desember 23, 2025
Direktur RSUD HAMS, Kurniady Sebayang Tidak Peduli Ada Warga Miskin 2 Hari Tertahan karena Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan

Direktur RSUD HAMS, Kurniady Sebayang Tidak Peduli Ada Warga Miskin 2 Hari Tertahan karena Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan

November 14, 2024
Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Korupsi Dana Desa, GARDA-MU Seret Kades Molosipat Utara ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pohuwato

Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Korupsi Dana Desa, GARDA-MU Seret Kades Molosipat Utara ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pohuwato

Juli 29, 2025
Erens Feninlambir Klarifikasi soal Isu SK Siluman PPPK: Dukung Pembentukan Pansus, Bantah Jadi Aktor Intelektual

Erens Feninlambir Klarifikasi soal Isu SK Siluman PPPK: Dukung Pembentukan Pansus, Bantah Jadi Aktor Intelektual

Juli 7, 2025
JPKP Sumut Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sidomulyo ke Kejati

JPKP Sumut Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sidomulyo ke Kejati

1

Feby Anazmi Gadis Cantik Kades Desa Banjar Kec.Air Joman Kabupaten Asahan

0
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemprov Sumut Tanam Mangruf di Pantai Romantis Nagalawan

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemprov Sumut Tanam Mangruf di Pantai Romantis Nagalawan

0

Kepala Dinas Pendidikan Asahan Dituding Korupsi Rp.110,5 Milyar

0
Hajatan UMKM Pulogebang Digelar Karang Taruna dan pemangku Wilayah Tersebut

Hajatan UMKM Pulogebang Digelar Karang Taruna dan pemangku Wilayah Tersebut

April 28, 2026
Perpustakaan Asahan Dorong Masyarakat Daftarkan Naskah Kuno sebagai Warisan Bangsa

Perpustakaan Asahan Dorong Masyarakat Daftarkan Naskah Kuno sebagai Warisan Bangsa

April 27, 2026
Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

April 27, 2026
Aktivitas PETI Diduga Masih Berlangsung, Kapolsek Popayato Barat Tegaskan Bukan di Wilayahnya

Aktivitas PETI Diduga Masih Berlangsung, Kapolsek Popayato Barat Tegaskan Bukan di Wilayahnya

April 26, 2026

Recent News

Hajatan UMKM Pulogebang Digelar Karang Taruna dan pemangku Wilayah Tersebut

Hajatan UMKM Pulogebang Digelar Karang Taruna dan pemangku Wilayah Tersebut

April 28, 2026
Perpustakaan Asahan Dorong Masyarakat Daftarkan Naskah Kuno sebagai Warisan Bangsa

Perpustakaan Asahan Dorong Masyarakat Daftarkan Naskah Kuno sebagai Warisan Bangsa

April 27, 2026
Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

April 27, 2026
Aktivitas PETI Diduga Masih Berlangsung, Kapolsek Popayato Barat Tegaskan Bukan di Wilayahnya

Aktivitas PETI Diduga Masih Berlangsung, Kapolsek Popayato Barat Tegaskan Bukan di Wilayahnya

April 26, 2026

Browse by Category

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Internasional
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • TNI POLRI

Recent News

Hajatan UMKM Pulogebang Digelar Karang Taruna dan pemangku Wilayah Tersebut

Hajatan UMKM Pulogebang Digelar Karang Taruna dan pemangku Wilayah Tersebut

April 28, 2026
Perpustakaan Asahan Dorong Masyarakat Daftarkan Naskah Kuno sebagai Warisan Bangsa

Perpustakaan Asahan Dorong Masyarakat Daftarkan Naskah Kuno sebagai Warisan Bangsa

April 27, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta dialogberita © 2024 Web Development PT.TAB

No Result
View All Result
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI

Hak Cipta dialogberita © 2024 Web Development PT.TAB