DIALOG BERITA, Kisaran – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) As Syifa Kisaran resmi meluncurkan aplikasi terbaru untuk pencegahan stunting bernama FAMILY INTERVENTION FOR GROWTH AND STUNTING PREVENTION (FiGAS), dengan alamat website figasstunting.id. Aplikasi ini diperkenalkan dalam kegiatan yang digelar di kampus STIKes As Syifa, Jalan SKB/Pendidikan No.1 Kisaran, Senin (25/5/2026).

Acara peluncuran dihadiri langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan, Rahmanto, S.Sos., M.Si., Ketua STIKes As Syifa Usti Fina Hasanah Hsb., SST., M.Kes., M.Keb., serta perwakilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari tiga wilayah — Kisaran Barat, Kisaran Timur, dan Air Joman — yang didampingi oleh bidan kesehatan masing-masing wilayah. Turut hadir pula para dosen dan mahasiswa STIKes As Syifa yang berkomitmen menjalankan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Rahmanto menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi FiGAS merupakan bagian dari program unggulan Dinas P2KBP3A Asahan dalam pencegahan stunting dengan tema “Anak Sehat, Ibu dan Ayah Bahagia.” Ia menegaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berisiko menurunkan kemampuan kognitif dan produktivitas generasi mendatang.
“Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan perkembangan kognitif, penurunan produktivitas, bahkan berdampak pada kualitas generasi masa depan. Karena itu, penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tindakan aktif dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Rahmanto.
Sementara itu, Ketua STIKes As Syifa, Usti Fina Hasanah Hsb., menyampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Asahan menunjukkan penurunan signifikan berkat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Ia berharap aplikasi FiGAS dapat menjadi sarana edukasi dan pemantauan yang efektif bagi keluarga dan tenaga medis.
“Masalah stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan, sudah mulai menurun drastis dan layak diapresiasi. Harapannya, tiga wilayah kecamatan yang dipilih ini bisa menjadi percontohan yang memberi efek positif sehingga aplikasi FiGAS dapat bermanfaat dan mudah digunakan oleh masyarakat serta instansi kesehatan lainnya,” ujar Fina.
Usti Fina Hasanah, yang juga mahasiswa aktif program doktoral Universitas Jambi, menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan aplikasi FiGAS turut didampingi oleh promotor Prof. Dr. Damris, M.MSc., Ph.D. dan co-promotor Dr. Solha Elfrida, S.Pd., M.Kes. yang memberikan dukungan penuh terhadap riset dan implementasi program.
Aplikasi FiGAS dirancang untuk membantu keluarga memantau tumbuh kembang anak, memberikan panduan gizi, serta menghubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan secara digital. Program ini diharapkan menjadi inovasi lokal yang mendukung visi Kabupaten Asahan dalam menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. (Eva/Ella)















