DIALOG BERITA, Kisaran – Aktifitas penebangan dan pengangkutan kayu rambung (Pohon karet) milik PT.BSP Asahan akibatkan jalan rusak. Menurut warga setempat, aktivitas pengangkutan kayu rambung ini sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Terlihat potongan kayu terhampar di pinggir jalan, siap untuk diangkut truck.
Hasil investiasi di lapaangan, Rabu, (30/10/2025) oleh seorang rekan media dan LSM Gemmako terdapat 3 orang mandor dengan nama Irman, Hery dan Iqbal. Dikatakan Iqbal bahwa kayu ini milik PT.BSP dan seluruhnya sudah di borong PT Karya Sejahtera Mandiri (KSM) Kota Tebing Tinggi.

“Kami disini mengangkut kayu untuk dibawa ke Kota Tebingtinggi kalau mau lebih jelasnya lagi tanya mandor satu-nya bang. Namanya si Irman”, ujar Iqbal.
Sementara itu beberapa warga dan pengendara mengatakan, meminta dengan tegas mereka memperhatikan kondisi jalan ini. “Kemarin masih mulus karena adanya Pengangkutan Kayu tersebut jadi hancur di sepanjang jalan mau masuk dari simpang lintas air joman,” ucap warga.
Terpisah, Dodi Antoni Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara Republik Indonesia (Ketum DPP LSM GEMMAKO ASAHAN SUMUT RI) meminta Kapolres Asahan agar menindak tegas Truck-Truck pengangkut kayu yang mengakibatkan jalan rusak sehingga merugikan Pemkab Asahan.
“Mohon ijin melaporkan kepada Bapak Kapolres Asahan yang terhormat, diduga aktivitas pengangkutan kayu balok di Jalan Rawang Pasar 5 sudah tidak sesuai prosedur banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan yang diduga mafia kayu,” ucapnya. (EP)
















