DIALOG BERITA, Batubara – Fenomena alam yang terjadi belakang ini sangat meresahkan masyarakat khusus nya nelayan pelaut. Dengan adanya peringatan BMKG, tidak sedikit masyarakat nelayan merasakan dampak dari penomena tersebut.
Sulit untuk pergi melaut sampai kehilangan alat tangkap saat melaut di sebabkan cuaca yang tidak bersahabat.
Lebih kurang sepuluh orang nelayan Desa Kuala Tanjung,Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara, mengalami musibah kehilang alat tangkap saat melaut,alat tangkap yang di pergunakan jenis tangkul naga, rata-rata kerugian lima juta per nelayan dengan kejadian penome alam saat ini.
Untuk membentuk alat tangkap yang baru, para nelayan harus mencari pinjaman agar kembali dapat melaut, salah seorang nelayan berinisial Am, saat dikonfirmasi Dialog Berita, Minggu 25/9/2024, di desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka, mengatakan, sejak kehilangan alat tangkap pada kamis 19/9/2024, sampai saat ini belum pergi melaut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Am harus mocok-mocok memenuhi kebutuhan, sebelum mendapat pinjaman untuk membentuk alat tangkap (tangkul) yang baru, seraya berharap ada pihak-pihak yang bisa memperhatikan kondisi kami saat ini.
Seorang warga lainnya, Ucok penduduk Kuala Tanjung, meminta kepada pelaku wadah nelayan (HNSI) dapat menyambung aspirasi mereka baik kepada pihak pemerintah maupun pihak perusahaan supaya musibah yang di alami para nelayan dapat terbantu.
Ketika diminta tanggapan Ketua Dewan Pimpinan Cabang HNSI Kabupaten Batu Bara, Muhammad Rinanda, mengatakan akan meninjau nasib para nelayan. “Kami akan mengajak pihak pemerintah serta perusahan di sekitar kuala Tanjung untuk memperhatikan kondisi nelayan yang lagi dimpa musibah,” ujarnya (zul)
















