DIALOG BERITA, Jakarta – Mengenal ikan air tawar yang tahan segala kondisi air bermasalah perlu dilakukan jika kita berniat untuk membudidayakannya, apalagi jika memiliki nilai ekonomis.
Saat ini, usaha kuliner sedang berlangsung hangat dan boleh dibilang sedang booming di beberapa daerah. Terbukti, sentra industri makanan yang menyajikan olahan dapat menyerap tenaga kerja dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Berbagai resep original dan banyak yang menyodorkan menu-menu baru dari berbagai jenis makanan, baik makanan berat maupun camilan, mudah didapatkan. Media sosial sangat membantu geliat ekonomi kreatif ini.
Adanya program acara jelajah kuliner maupun ajang pencarian bakat di dunia boga yang disiarkan melalui layar kaca juga menghadirkan kejutan-kejutan dengan tampilnya chef yang biasanya sibuk dengan racikan andalan demi kepuasan publik. Kita yang sebelumnya hanya tahu nama besar mereka di balik layar akhirnya berkesempatan melihat mereka menampilkan keahlian dan berbagi resep serta trik mengolah makanan.
Dalam dunia perikanan, penting bagi kita untuk mengetahui dan mengenali perilaku serta daya tahan peliharaan kita jika ingin mulai bergelut di bidang ini. Pengetahuan mengenai keasaman air, zat-zat berbahaya, faktor cuaca dan suhu, serta pakan yang tepat perlu dimiliki. Selain modal seperti lahan dan bibit, obat juga wajib dipantau. Apalagi kini semakin banyak yang berupaya menggeluti usaha budidaya ikan untuk konsumsi.
Namun, tahukah Anda ada satu spesies ikan air tawar yang tahan kondisi ekstrem baik jenis air, kondisi kolam, suhu, dan pakan? Ikan lele adalah ikan yang dimaksud. Memiliki tubuh yang bisa berukuran besar, ikan lele dapat hidup dalam kondisi darurat. Untuk pakan, ikan lele bisa makan pelet ikan yang disesuaikan waktu tebar makan. Ikan ini juga gesit bergerak dan mampu naik ke daratan jika lapar.
Ikan lele tidak memiliki sisik, dapat hidup di sungai, sawah, rawa, karena termasuk jenis ikan air tawar. Ikan lele juga tergolong predator karena dapat memakan daging hewan jika ada yang kecemplung di kolam. Kekuatan hidup di dasar air berlumpur sangat mengagumkan. Bahkan, ada yang memanfaatkan ikan lele dengan memeliharanya di kolam yang bercampur dari buangan limbah kamar mandi dan wastafel. Ternyata, ikan ini bisa hidup dan bertahan.
“Kalau dipikir air buangan itu kan bercampur dengan sisa membersihkan toilet dan kamar mandi,” ujar Pak Nana saat memeriksa saluran buangan kolam. “Setidaknya limbah air campur cairan pembersih seperti karbol dan aneka sabun mengandung zat-zat yang tidak cukup baik untuk digunakan. Tapi ikan ini tetap hidup kuat,” tambahnya.
Jadi, jika diperhatikan, sirkulasi air harus tetap dikontrol untuk menetralisir endapan agar tidak meracuni pakan ternak ikan lele. Artinya, ada saluran buangan air untuk menghindari endapan dan banjir karena air menyentuh bibir kolam.
Untuk pemula, tak dibutuhkan lahan luas. Tak perlu menggali tanah juga, cukup membuat kolam dari terpal plastik ukuran 2×2 meter sudah bisa dimulai. Bibit ikan lele mudah didapatkan, baik dengan membeli ke kolam pembenihan atau sekarang via online shop yang juga sudah banyak tersedia.
Perhatikan sirkulasi air dan buangan airnya agar tidak menjadi genangan, apalagi jika ditempatkan di tempat terbuka sehingga air hujan bisa masuk. Pakan ikan lele mudah didapatkan, dan menguras kolam juga perlu dilakukan setidaknya sebulan sekali, terutama setelah panen.
Satu hal lagi, jangan lupa menyiapkan pasar untuk hasil panen agar tidak menumpuk tak terjual. Jalin komunikasi dengan pedagang maupun komunitasnya. Selamat berkarya! (Nanang, Jakarta)
















