DIALOG BERITA, Jakarta – Jaringan listrik PLN sebagai perusahaan milik negara kini telah menjangkau hampir seluruh pelosok negeri. Kehadiran listrik menjadi penopang utama aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri. Meski demikian, layanan pengaduan masih perlu ditingkatkan agar lebih cepat dan responsif.
PLN terus berinovasi, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Salah satu perubahan besar yang diapresiasi masyarakat adalah peralihan dari sistem listrik pascabayar ke prabayar. Dengan sistem token, pelanggan dapat lebih mudah mengontrol penggunaan listrik sesuai kebutuhan.
Mayoritas rumah tangga di Indonesia menggunakan daya terpasang 900 VA atau sekitar 900 watt. Kapasitas ini umumnya cukup untuk menyalakan peralatan dasar seperti setrika, rice cooker, serta beberapa titik lampu berdaya rendah. Namun, di balik kenyamanan tersebut, ancaman korsleting listrik masih menjadi masalah serius yang kerap berujung pada kebakaran.
Pemeriksaan instalasi listrik rumah secara berkala sangat penting. Kabel, stop kontak, dan terminal sambungan harus dipastikan dalam kondisi baik. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui layanan resmi PLN atau kontraktor berlisensi (instalatir) yang terdaftar di kantor PLN setempat.
Bang Endang, seorang Mechanical Engineer, menegaskan: “Jangan pernah menaruh beberapa colokan alat listrik hanya pada satu titik. Apapun terminal sambungan yang digunakan, jika dipaksakan bertumpuk akan menimbulkan beban berlebihan.”
Ia menambahkan, peralatan elektronik berdaya besar seperti kulkas, magic com, dan setrika sebaiknya memiliki stop kontak tersendiri. Dengan begitu, risiko kebakaran akibat arus pendek dapat diminimalisir. Beban berlebihan pada terminal sambungan akan menimbulkan panas, yang sangat rawan memicu korsleting.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kabel ekstensi berkualitas rendah atau tanpa standar keamanan. Produk abal-abal sering kali tidak mampu menahan arus besar sehingga cepat rusak dan berpotensi menimbulkan percikan api.
Kesadaran masyarakat terhadap keamanan listrik harus terus ditingkatkan. Edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman perlu digencarkan, baik melalui sosialisasi PLN maupun kampanye publik. Dengan langkah preventif yang tepat, kenyamanan penggunaan listrik dapat berjalan seiring dengan keselamatan keluarga. (Nanang/Jkt)
















