DIALOG BERITA, Kisaran – Kordinator Aliansi Masyarakat Memilih Kotak Kosong, Hendra Syahputra, SP bersama timnya mengeluarkan Pernyataan Deklarasi secara kolektif. “Maksud kami supaya masyarakat Kabupaten Asahan bisa membacanya dengan seksama,” ujar Hendra, kepada Dialog Berita dan Media Dialog News, Rabu (4 September 2024) di Kisaran.
Dia berharap membaca adalah bagian dari literasi warga untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, agar tidak ada kesalahpahaman mengenai sikap yang diambil oleh calon pemilih yang menetapkan pilihannya kepada Kotak Kosong. Bahwa Demokrasi kata Hendra, merupakan kebebasan menentukan sikap dan pilihan untuk sama-sama memajukan Kabupaten Asahan. “Berikut secara utuh kami sampaikan pernyataan sikap deklarasi Aliansi Masyarakat Memilih Kotak Kosong untuk dipublikasikan oleh siapa saja dan melalui media apa saja” imbuhnya, sembari manambahkan bahwa Deklarasi tersebut akan dibacakan di Taman Ma’djijat Kisaran, pada Hari ini Rabu, Pukul 16.00 Wib.
Kami, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Memilih Kotak Kosong, dengan kesadaran penuh dan tanggung jawab terhadap masa depan demokrasi di Kabupaten Asahan, menyatakan sikap kami dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Asahan tahun 2024. Pernyataan ini didasarkan pada keprihatinan mendalam terhadap kondisi demokrasi di Asahan, khususnya terkait dengan adanya calon tunggal dalam pilkada kali ini.
- Penolakan terhadap Calon Tunggal: Menjaga Esensi Demokrasi
Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menyediakan pilihan yang beragam bagi rakyat. Ketika masyarakat dihadapkan pada hanya satu pilihan kandidat, esensi demokrasi itu sendiri menjadi tereduksi. Pilkada seharusnya menjadi ajang kompetisi yang sehat di mana masyarakat dapat menentukan siapa yang paling layak untuk memimpin mereka berdasarkan visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh para calon. Namun, ketika hanya ada satu pasangan calon (paslon) yang bertarung, masyarakat tidak diberikan alternatif pilihan yang sebenarnya. Ini bukanlah demokrasi yang kita impikan.
Penolakan kami terhadap calon tunggal dalam Pilkada Asahan 2024 bukan semata-mata karena ketidaksukaan terhadap individu atau kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem politik yang tidak sehat dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi munculnya calon-calon alternatif. Kami melihat adanya upaya untuk mempersempit ruang gerak demokrasi melalui pengaturan politik yang mengarah pada terciptanya calon tunggal, yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas. Kondisi ini menciptakan kesan bahwa demokrasi hanya menjadi formalitas belaka, tanpa memberikan pilihan nyata bagi masyarakat.
- Memilih Kotak Kosong sebagai Hak Demokratis
Dalam Pilkada Asahan 2024 ini, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Asahan untuk menggunakan hak mereka dengan bijaksana. Memilih kotak kosong adalah salah satu bentuk partisipasi politik yang sah dan diakui dalam sistem pemilihan kita. Hal ini merupakan ekspresi dari ketidaksetujuan terhadap calon tunggal dan menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan alternatif yang lebih baik. Dengan memilih kotak kosong, masyarakat Asahan dapat menyampaikan pesan yang jelas bahwa mereka tidak puas dengan terbatasnya pilihan yang disediakan oleh sistem politik saat ini.
Memilih kotak kosong juga merupakan bentuk pengawasan dan kontrol terhadap jalannya demokrasi. Ketika kotak kosong mendapatkan suara yang signifikan, hal ini akan menjadi sinyal kuat kepada para elit politik bahwa masyarakat menuntut proses demokrasi yang lebih terbuka dan kompetitif. Kami percaya bahwa suara masyarakat adalah kekuatan yang mampu mengarahkan perubahan, dan dengan memilih kotak kosong, kita dapat mendorong terciptanya iklim politik yang lebih baik di masa depan.
- Protes Terhadap Proses Demokrasi yang Tidak Sehat
Kami menilai bahwa proses politik yang mengarah pada munculnya calon tunggal adalah cerminan dari ketidakberesan dalam sistem demokrasi kita. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk dominasi partai politik tertentu, kurangnya akses bagi calon independen, atau bahkan adanya intimidasi dan tekanan terhadap calon-calon potensial lainnya. Apapun penyebabnya, hal ini menunjukkan bahwa demokrasi kita sedang tidak sehat.
Pilkada seharusnya menjadi arena di mana ide dan program kerja dipertarungkan secara adil, bukan sekadar ajang untuk mengesahkan seorang calon yang sudah “ditentukan” sebelumnya. Kami melihat adanya upaya untuk membatasi ruang gerak demokrasi melalui berbagai cara yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, memilih kotak kosong adalah cara kami untuk menyatakan protes terhadap proses yang tidak demokratis ini.
Kami juga menolak segala bentuk praktik politik yang merusak demokrasi, termasuk politik uang, politik identitas yang memecah belah, serta tekanan atau intimidasi terhadap pemilih dan calon. Kami mengajak seluruh masyarakat Asahan untuk tidak terpengaruh oleh godaan politik uang dan untuk memilih berdasarkan hati nurani. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika masyarakat memiliki kebebasan penuh untuk memilih tanpa adanya tekanan atau paksaan.
- Komitmen terhadap Nilai-nilai Demokrasi dan Keterbukaan
Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap masa depan Asahan, kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, keterbukaan, dan keadilan. Kami percaya bahwa demokrasi yang sejati hanya bisa tercapai jika semua elemen masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, dan jika proses tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Kami juga mendesak agar ke depan, proses pemilihan kepala daerah dilakukan dengan lebih terbuka dan kompetitif. Partai politik harus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon-calon yang memiliki kapabilitas dan integritas untuk maju. Selain itu, kami juga mendukung adanya perbaikan dalam sistem pencalonan agar lebih inklusif, sehingga tidak hanya segelintir elit politik saja yang memiliki akses untuk mencalonkan diri.
Kami berharap bahwa dengan memilih kotak kosong, masyarakat Asahan dapat mendorong terwujudnya perubahan positif dalam sistem politik kita. Kami ingin melihat adanya pemimpin yang benar-benar dipilih karena kapabilitasnya, bukan karena keterbatasan pilihan yang ada. Kami percaya bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang adil dan kompetitif.
- Harapan untuk Masa Depan Asahan yang Lebih Baik
Dengan menyatakan sikap ini, kami juga ingin menyampaikan harapan kami untuk masa depan Asahan yang lebih baik. Kami ingin melihat Asahan menjadi daerah yang dipimpin oleh pemimpin yang berintegritas, visioner, dan benar-benar peduli terhadap kesejahteraan rakyat. Kami yakin bahwa hal ini hanya dapat terwujud jika demokrasi berjalan dengan sehat dan masyarakat diberikan pilihan yang beragam dan berkualitas.
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Asahan, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, kaum muda, dan seluruh warga, untuk bersatu padu dalam memperjuangkan demokrasi yang lebih baik. Pilkada Asahan 2024 harus menjadi momentum bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa kita tidak akan tinggal diam ketika demokrasi kita terancam. Memilih kotak kosong adalah langkah awal menuju perubahan, namun perjuangan kita tidak boleh berhenti di sini.
Setelah Pilkada, kami akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada jalur yang benar. Kami akan terus bersuara dan memberikan kritik konstruktif kepada pemimpin yang terpilih, siapapun itu, demi kebaikan bersama. Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan untuk memperkuat demokrasi di Asahan, termasuk pendidikan politik bagi masyarakat, peningkatan partisipasi politik kaum muda, dan pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Aliansi Masyarakat Memilih Kotak Kosong tidak hanya lahir dari ketidakpuasan, tetapi juga dari harapan akan masa depan yang lebih baik. Kami percaya bahwa melalui tindakan yang tepat, kita bisa memperbaiki keadaan dan membangun Asahan yang lebih demokratis, adil, dan sejahtera. (Red)
















