MEDIA DIALOG NEWS, Jambi – Universitas Jambi (UNJA) resmi memulai pelaksanaan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) tahun 2025, Selasa (17/6/2025). Sebanyak 3.270 peserta mengikuti ujian yang berlangsung serentak di sejumlah lokasi kampus UNJA, mulai dari Mendalo, Telanaipura hingga Buluran.
UNJA menyiapkan total 20 laboratorium komputer untuk pelaksanaan ujian ini. Rektor UNJA, Helmi, bersama para wakil rektor, langsung turun ke lapangan meninjau jalannya ujian. Mereka mengunjungi sejumlah titik lokasi seperti Lab ICT FKIK, Lab Pascasarjana, Lab Bahasa, dan LPTIK UNJA Telanaipura.
“SMMPTN-Barat ini jalur mandiri untuk masuk ke PTN di wilayah barat Indonesia. Di UNJA sendiri, kuota yang disediakan ada 1.030. Kita berharap seluruh proses berjalan baik dan melahirkan mahasiswa unggulan,” kata Helmi.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Hafrida, menyampaikan bahwa hari pertama ujian berjalan lancar dan tertib. Menurutnya, jalur ini dikelola secara kolektif oleh 28 perguruan tinggi se-Indonesia. “SMMPTN-Barat ini bukan hanya UNJA saja, dan kami pastikan semua peserta mendapat fasilitas yang layak untuk mengikuti ujian,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fauzi Syam, menambahkan bahwa pelaksanaan ujian di sejumlah fakultas berlangsung sesuai rencana. “Memang ada beberapa peserta yang tidak hadir, tapi jumlahnya sedikit. Secara teknis semua berjalan aman dan peserta merasa nyaman,” ungkapnya.
Dari sisi infrastruktur, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi, Revis Asra, memastikan bahwa UNJA telah menyiapkan semua kebutuhan sejak jauh hari. “Tidak ada keluhan dari peserta. Komputer, jaringan, dan ruang ujian berfungsi optimal. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan keluar pada 30 Juni 2025,” ujarnya.
Sementara itu, dari laporan Tim Monitoring dan Evaluasi, Ervan Johan Wicaksana menyampaikan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai SOP. “Petugas hadir tepat waktu, peserta telah dicek dengan sistem keamanan yang ketat, dan sampai saat ini belum ada kendala berarti,” pungkasnya. (Jolyot)
















