DIALOG BERITA, Jakarta — Penyelenggaraan promosi produk UMKM ke Jepang membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di kancah internasional. Jepang dikenal sebagai pasar yang menghargai kualitas, keaslian, dan inovasi—menjadikannya tujuan strategis bagi produk unggulan Indonesia seperti makanan olahan, kerajinan tangan, fesyen, dan produk ramah lingkungan.

Dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD, Sinergi Jaya tampil sebagai salah satu perwakilan yang berkomitmen mendorong UMKM naik kelas menuju ekspor. Sinergi Jaya aktif memberikan pendampingan, pelatihan, serta membuka akses jejaring bisnis dan promosi internasional bagi pelaku usaha lokal.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak produk UMKM Indonesia yang mampu menembus pasar Jepang, sekaligus membawa semangat baru bagi para pelaku usaha di bawah binaan ormas-ormas Islam yang dinaungi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sinergi Jaya juga menginisiasi program UMKM Gathering bersama Sinergi Anak Bangsa, yang bertujuan melakukan kurasi dan profiling pengusaha kecil dan mikro di setiap kabupaten secara berkelanjutan setiap bulan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, penjualan, dan kesehatan keuangan UMKM secara nyata dan terukur.
Kehadiran Sinergi Jaya di TEI 2025 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekspor berbasis komunitas. Dengan menggandeng berbagai ormas Islam dan jaringan lokal, Sinergi Jaya mendorong pendekatan inklusif yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM, legalitas usaha, dan literasi ekspor. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan dampak berkelanjutan dan memperluas akses pelaku UMKM ke pasar global secara lebih terstruktur.
Selain itu, Sinergi Jaya tengah merancang platform digital terpadu untuk mendukung proses kurasi, pelaporan, dan promosi produk UMKM secara real-time. Platform ini akan memudahkan pelaku usaha kecil dan mikro di daerah untuk terhubung dengan pembeli internasional, mengikuti pelatihan daring, serta mengakses informasi pasar ekspor yang relevan. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas organisasi, Sinergi Jaya optimis dapat menjadi katalisator perubahan bagi UMKM Indonesia menuju era ekspor yang berdaya saing tinggi. (nanang jkt)
















