DIALOG BERITA, Jakarta – Aksi pencurian besi rangka beton terjadi di siang hari, Minggu (16/5), di wilayah Pulogebang RT 003/04. Dua pelaku nekat berusaha membawa besi berukuran sekitar 8 meter persegi dengan berat 70 kilogram menggunakan sepeda motor jenis Scoopy melalui Gang Masjid, jalan pintas menuju jalan raya.
Namun, upaya tersebut gagal karena besi tidak dapat melewati tikungan gang. Bukannya panik, pelaku justru sempat bersitegang dengan warga dan meminta agar motor yang terparkir dipindahkan. Tak lama kemudian, petugas keamanan komplek bersama pemilik besi datang, membuat kedua pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan barang bukti di tengah jalan.
Warga menilai aksi pencurian di kawasan tersebut sudah berulang kali terjadi. Kondisi jalan yang lurus dan sepi dianggap memudahkan pelaku beraksi. Karena itu, warga mendorong adanya langkah pencegahan, seperti pemasangan polisi tidur dan kamera pengawas (CCTV) terpadu.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah menjalankan program pemasangan CCTV terpadu di 30.000 titik, dengan fokus pada pemukiman warga. Pengajuan titik pemasangan dilakukan melalui musyawarah RT/RW sebelum diajukan ke kelurahan. CCTV tersebut terintegrasi dengan sistem pemantauan Pemprov dan dapat diakses melalui situs Jakarta Smart City. Program ini dijalankan bertahap dengan prioritas pada wilayah berisiko tinggi.
Selain itu, warga berharap aparat kepolisian lebih sering melakukan patroli di kawasan rawan pencurian, khususnya di jalur pintas seperti Gang Masjid Al Ikhlas yang kerap dimanfaatkan pelaku. Kehadiran aparat diyakini dapat menekan angka kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pemilik barang berharga agar lebih waspada dan tidak meninggalkan material konstruksi di lokasi terbuka tanpa pengawasan. Dengan sinergi antara warga, aparat keamanan, dan dukungan program pemerintah, diharapkan aksi pencurian serupa dapat diminimalisir. (Nanang Jkt)
















