DIALOG BERITA, Kisaran – Ade Yuniar, putri asal Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, berhasil meraih medali perunggu dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XII Aceh-Sumut pada kategori beregu putri. Prestasi ini mengejutkan banyak orang, mengingat di lingkungannya Ade Yuniar dikenal sebagai seorang gadis biasa yang aktif dalam kegiatan sekolah dan membantu orang tuanya.

Orang tua Ade Yuniar, Supriyadi, yang akrab disapa Adi Kentung, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian putrinya. “Saya sangat bangga dan tidak menyangka. Saya tidak pernah melatih anak saya dalam olahraga petanque, namun dia berhasil meraih juara,” ujar Adi Kentung kepada media pada Senin (16/9/2024) malam.
Namun, Adi Kentung mengungkapkan kekhawatirannya terkait biaya pendidikan Ade Yuniar. “Anak perempuan kesayanganku ini akan segera menyelesaikan studi sebagai sarjana. Orang-orang bilang biaya pendidikan akan meningkat di akhir masa studi,” katanya.
Saat ini, Ade Yuniar sedang berada di semester akhir Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi di Universitas Negeri Medan, tempat ia menempuh pendidikan sejak tahun 2021. Adi Kentung, yang bekerja sebagai teknisi listrik, mengaku pernah menggadaikan sepeda motornya untuk membayar tunggakan SPP kuliah Ade. Meskipun ia bertekad untuk terus menanggung biaya pendidikan putrinya sendiri, Adi berharap ada dukungan tambahan.
“Saya akan terus berusaha menanggung biaya pendidikan Ade. Saya pernah menggadaikan sepeda motor karena tagihan yang tiba-tiba muncul, tetapi jika ada bantuan atau apresiasi lain untuk prestasi anak saya, saya akan sangat berterima kasih,” tutup Adi Kentung. (Rahmad Syahbudi/Youthma Aruan)
















