DIALOG BERITA, Mukomuko, Bengkulu – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi meluncurkan inisiatif strategis pengelolaan lanskap berkelanjutan di Kantor Bupati Mukomuko. Program ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Inisiatif ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas adat, hingga sektor swasta. Perusahaan besar seperti SIPEF dan Arconesia turut hadir, dengan dukungan teknis dari High Conservation Value Network (HCVN). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat tata kelola lahan, mengoptimalkan konservasi, serta menumbuhkan ekonomi kerakyatan berbasis data dan ilmu pengetahuan.
Sebagai langkah awal, telah digelar Workshop Skrining High Conservation Value (HCV) pada 6 dan 9 April 2026. Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi AB, menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus berjalan seiring dengan pelestarian hutan dan lingkungan. “Kelestarian alam adalah prioritas utama yang menjamin kesejahteraan rakyat dan generasi mendatang,” ujarnya.
Kepala Bapperida, Singgih Pramono, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia berharap hasil kerja sama ini menjadi pintu gerbang menuju Mukomuko yang lestari sekaligus menarik investasi hijau. Senada, Dr. Matthew Nowak dari SIPEF Indonesia menekankan pentingnya sinergi multi-pihak untuk mewujudkan pembangunan regional yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Dengan adanya program ini, Mukomuko diharapkan mampu melahirkan peta kawasan konservasi prioritas, rekomendasi aksi nyata, serta kebijakan berbasis data yang transparan. Inisiatif lanskap berkelanjutan ini diyakini akan memperkokoh ketahanan ekosistem sekaligus membuka peluang ekonomi inklusif bagi masyarakat. (Tim Red – PPWI)
















