DIALOG BERITA, Air Genting — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA) sukses merampungkan berbagai program kerja yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, literasi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga penguatan kegiatan keagamaan di Desa Air Genting.
Sebanyak 18 program kerja yang diusung di bawah kelompok “Srikandi Pujangga 18” ini dilaksanakan sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus sarana mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama di bangku perkuliahan.
Adapun ragam program kerja yang dijalankan meliputi kegiatan membaca nyaring, literasi numerasi, lomba literasi, diversifikasi pangan, digitalisasi UMKM, literasi budaya, literasi kesastraan melalui puisi berantai, pelatihan public speaking, literasi kesehatan, literasi keuangan, sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying), hingga perkemahan literasi.
Selain itu, mahasiswa juga menginisiasi Kegiatan Jumat Sehat (KEJUS), kerja bakti membersihkan lingkungan, revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pendampingan branding UMKM, literasi Islami, serta revitalisasi majalah dinding (mading) masjid.
Kepala Desa Air Genting menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan suksesnya seluruh program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKNT FKIP UNA. Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui berbagai aksi edukatif dan sosial telah memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kemajuan desa, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan warga.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNT yang telah melaksanakan berbagai program bermanfaat bagi masyarakat Desa Air Genting. Semoga kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif, terutama bagi anak-anak dan masyarakat, serta menjadi awal dari kerja sama yang baik antara desa dan pihak perguruan tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KKNT FKIP UNA menjelaskan bahwa program Srikandi Pujangga 18 dirancang secara matang dengan memperhatikan kebutuhan serta potensi riil di tengah masyarakat. Ruang lingkup kegiatan tidak hanya berpusat pada sektor pendidikan, melainkan merambah aspek sosial, kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga keagamaan.
“Melalui Srikandi Pujangga 18, kami berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat terus dimanfaatkan oleh warga meskipun masa pengabdian kami telah berakhir,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNT FKIP UNA turut memberikan apresiasi atas kreativitas dan kesungguhan mahasiswa dalam merancang serta mengeksekusi program kerja di Desa Air Genting. Ia menilai, program pengabdian ini merupakan kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi, mengasah kemampuan komunikasi, kerja kolaboratif, serta problem solving secara langsung di tengah realitas masyarakat.
“Kegiatan KKNT merupakan proses pembelajaran empiris bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung. Kami berharap seluruh program yang telah terlaksana tidak hanya menyejahterakan warga Desa Air Genting, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang kreatif, peduli, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi,” tuturnya.
Secara keseluruhan, pelaksanaan 18 program kerja Srikandi Pujangga 18 ini berhasil mencapai tujuannya dalam memberikan nilai tambah bagi Desa Air Genting, di antaranya mendongkrak budaya literasi anak, memantik kreativitas, memperluas cakrawala berpikir masyarakat, menggerakkan potensi ekonomi lokal, serta mewujudkan lingkungan desa yang sehat, bersih, dan edukatif. (Red)







