DIALOG BERITA, Kisaran – Ratusan massa demonstran kolompok tani maju bersama yang berasal dari Teluk Dalam, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, mendatangi kantor DPRD Asahan di jalan lintas Sumatera , Senin (12 Agustus 2024) pukul 10:00 wib.
Teriknya panas matahari yang menyengat kulit, tidak menyurutkan semangat masa aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Berbagai tuntutan mereka suarakan dalam orasi yang tertib di halaman gedung wakil rakyat Asahan. Dari pantauan awak media di lokasi, aksi demonstran berjalan tertib dan damai.

Ali Usman Sitorus, selaku korlap I dalam orasinya penyampaian tuntutan, meminta DPRD Asahan jangan jadi pengecut. Tidak ada satupun dari ketua sampai anggota DPRD Asahan menerima kehadiran kami”, ujarnya.
Usman mengatakan, kami datang ke kantor DPRD Asahan ini untuk menyampaikan pernyataan sikap kami. Dan ingin menyerahkan secara tertulis Apa yang menjadi aspirasi kami sesuai yang ada di dalam statemen kami.
“Kami meminta DPRD Asahan memanggil PT Padasa karena telah merampas tanah yang menjadi hak kelompok tani, status tanah milik kelompok tani dengan status APL yang telah di perkuat oleh SK No 579/Menhut-II/2014, dan sebagai wakil rakyat mestinya mendorong dan berpihaklah kepada rakyat”, tegasnya.
“Jangan malah sebaliknya terkesan diam seakan membiarkan kelompok tani di tindas oleh perusahaan PT Padasa Enam Utama”, ujarnya lebih keras.
Usman menegaskan jika DPRD Asahan tidak berpihak kepada rakyat maka jangan sampai menimbulkan asumsi di tengah-tengah masyarakat adanya indikasi keterlibatan oknum DPRD Asahan berpihak pada pengusaha. “Mengapa RDP tidak bisa dilakukan, padahal kami sudah memintanya. Ada apa dengan DPRD Asahan” teriak Usman.
Syahman Simatupang yang menjadi korlap II, dalam wawancara singkat dengan wartawan Dialog Berita menyatakan kekesalannya. Dia sangat menyayangkan sikap DPRD Asahan. “Sampai hari ini kami masih menunggu janji mereka untuk memanggil pihak PT.Padasa Enam Utama” sesalnya.
“Selain itu kepada BPN kami juga meminta dengan tegas untuk di lakukan pengukuran ulang tanah milik PT Padasa yang berada di area teluk dalam”, katanya.
Lebih lanjut dikatakannya yang paling mengecewakan dan hilangnya rasa percaya kami kepada bupati Asahan, dimana kehadiran kami rakyatnya ke kantor bupati diabaikan bahkan tidak ada iktikad untuk menemui,
“Kami semua kecewa kepada Bupati Asahan” ujar dia.
Setelah berorasi di kantor bupati tanpa ada yang menerima para demonstran membubarkan diri serta kembali kekantor DPRD Asahan. “Jika tidak juga ada yang menerima mereka mengancam akan menginap dan berjanji akan menambah massa dengan jumlah yang lebih banyak. (Indra Yani)
















