DIALOG BERITA, Jakarta – Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu resmi digelar dengan tema “Meneguhkan Ideologi dan Kepemimpinan Negarawan sebagai Suluh Peradaban Kepulauan Berkemajuan.” Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara.
Ketua Steering Committee Musyda PDPM Kepulauan Seribu, Dipo Khairul Islami, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai kehadiran Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu menjadi momentum penting bagi perkembangan organisasi. “Alhamdulillah, hadirnya Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu ini adalah harapan besar bagi kami. Terlebih organisasi ini telah berusia 94 tahun. Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru nanti, dapat memberikan sumbangsih nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya.

Ketua PDM Kepulauan Seribu, Ahmad Basahil, mengapresiasi pelaksanaan Musyda perdana ini. Menurutnya, Musyda bukan sekadar agenda formal, tetapi sarana konsolidasi dan evaluasi organisasi. Ia berharap Musyda mampu melahirkan program-program yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat Kepulauan Seribu.
Ketua PWPM DKI Jakarta, Zulfahmi Yasir Yunan, dalam sambutannya menekankan pentingnya aktualisasi gagasan dalam tindakan nyata. “Jadilah seperti dua tangan, bukan seperti dua telinga. Kita tidak kekurangan orang pintar dan ide besar, tetapi persoalannya adalah kurangnya tindakan. Jadilah tangan yang memberi dan bergerak, bukan hanya menyimpan wacana,” tegasnya. Ia juga menyoroti krisis air bersih dan penurunan permukaan tanah di Jakarta yang mencapai 5–10 cm per tahun, serta mengingatkan Pemuda Muhammadiyah agar peduli terhadap isu lingkungan dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata.
Musyda menetapkan tujuh formatur, yaitu Rokip Andini, Suroso, Apriansyah, Saiful Fahri, Panji Raka, M. Fahmi Aziz, dan Ari Pramana Saputra. Hasil musyawarah menempatkan Rokip Andini sebagai Ketua dan Suroso sebagai Sekretaris PDPM Kepulauan Seribu.
Ketua PDPM Jakarta Utara, Muhammad Rizki, turut mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Kepulauan Seribu masih berstatus cabang dari Pemuda Muhammadiyah Jakarta Utara. “Sekarang telah terbentuk kepengurusan baru. Kami berharap di bawah komando Rokip Andini, Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu semakin berkembang, bersinar, dan menjadi suluh peradaban kepulauan yang berkemajuan,” tuturnya.
Musyda perdana ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperkuat peran Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Nanang/Jakarta)
















