MEDIA DIALOG NEWS, Cianjur – Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas insiden dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Cianjur setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keselamatan dan kesehatan anak-anak ditegaskan sebagai prioritas utama negara.
Berdasarkan data pemerintah daerah dan laporan media nasional, pada Senin (27/1/2026) sekitar 180 siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Cikalongkulon mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan diare. Sebagian besar ditangani di puskesmas setempat, sementara empat siswa dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur untuk observasi lebih lanjut.
Seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan sesuai standar layanan kesehatan. Pemerintah menilai respons cepat dari fasilitas kesehatan dasar hingga rumah sakit rujukan mencerminkan komitmen melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan dinas kesehatan, laboratorium daerah, serta pengawasan pangan untuk memastikan penyebab kejadian secara ilmiah dan objektif.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Pemerintah menegaskan bahwa setiap insiden di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengolahan makanan, kebersihan dapur penyedia, distribusi, hingga mekanisme pengawasan.
Koordinasi antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, pihak sekolah, dan instansi terkait terus dilakukan. Pemerintah menekankan transparansi dan tanggung jawab dalam penanganan kasus ini, sekaligus berkomitmen menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya tetap berjalan dengan jaminan keamanan bagi penerima. (Youthma)
















