ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
Dialog Berita
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI
No Result
View All Result
Dialog Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI
Home Daerah

Pembangunan Tanpa Rakyat: Ironi di Balik Tembok, Cabai, dan Jalan Berlubang

Oleh : Yaouthma

Redaksi by Redaksi
Oktober 3, 2025
in Daerah, Ekonomi, Hukrim, Politik, Sumut
0
Pembangunan Tanpa Rakyat: Ironi di Balik Tembok, Cabai, dan Jalan Berlubang
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DIALOG BERITA — Di tengah gegap gempita baliho pembangunan, wajah lain dari perubahan justru tampak muram di sudut-sudut kota. Di Kisaran, pembangunan tak selalu berarti kemajuan. Ia kadang menjelma jadi tembok yang menutup akses, warung yang digusur tanpa ganti, edaran cabai tanpa modal, dan jalan-jalan yang tetap berlubang menunggu belas kasihan.

Di Gang Setia, sebuah tembok mendadak berdiri, memutus nadi pergerakan warga. Yayasan yang mengklaim kepemilikan seolah berhak memprivatisasi ruang publik. Padahal gang bukan sekadar lorong, melainkan jalur hidup warga yang tak bisa dibarter dengan papan nama. Tembok itu kini menjadi simbol: antara publik yang terpinggirkan dan otoritas yang terlalu percaya diri memutuskan tanpa dialog.

Di sisi lain, edaran bupati tentang penanaman cabai terdengar manis di atas kertas. Namun, tanpa bibit, pupuk, pelatihan, dan modal, himbauan itu berubah menjadi beban. Cabai tidak tumbuh dari kata-kata, melainkan dari kebijakan yang menyentuh tanah. Jika pemerintah berani menjadikannya program nyata, edaran itu bisa berubah dari wacana menjadi gerakan kebajikan.

Di Jalan Budi Utomo Mutiara, warung-warung kecil dibongkar demi pelebaran jalan dua jalur. Modernisasi jadi alasan, tapi mengapa yang pertama kali dikorbankan adalah mereka yang paling lemah? Warung bukan sekadar bangunan—itu dapur, sekolah, dan biaya berobat. Menggusur tanpa solusi sama dengan menendang tulang punggung keluarga. Di mana keadilan transisi? Di mana lokasi pengganti? Jika jalan diperlebar tapi perut rakyat dikempiskan, untuk siapa sebenarnya jalan itu dibuka?

Sementara itu, jalan-jalan lain tetap terbengkalai. Lubang menganga, debu beterbangan, aspal tak kunjung datang. Anehnya, energi pembangunan justru diarahkan untuk membuka jalur baru, seolah meninggalkan luka lama yang tak sembuh-sembuh. Tidakkah ini seperti membangun rumah baru, sementara rumah lama masih bocor dan reyot?

Semua potongan ironi itu berujung pada satu pertanyaan: apakah pembangunan masih tentang rakyat, atau hanya panggung etalase proyek?

Rakyat tidak menolak perubahan. Mereka hanya menuntut keadilan. Mereka ingin hadir dalam meja perencanaan, bukan sekadar jadi korban keputusan. Karena pembangunan sejati bukan soal berapa panjang jalan yang dibuka, tetapi seberapa luas keadilan dibagi. Bukan soal berapa warung yang diruntuhkan, tetapi berapa keluarga yang tetap bisa hidup bermartabat.

Dan rakyat hanya ingin satu jawaban sederhana: Apakah pembangunan ini sungguh-sungguh untuk mereka — atau hanya untuk mereka yang berkuasa menafsirkan kata “pembangunan?” (**)

Previous Post

PPWI Soroti PT KSM yang Diduga Langgar Aturan Plasma 20% bagi Masyarakat

Next Post

Tragedi Subuh di Kisaran: Rumah Pakter Tuak Terbakar, Bocah 9 Tahun Tewas, Keluarga Luka Parah

Redaksi

Redaksi

Next Post
Tragedi Subuh di Kisaran: Rumah Pakter Tuak Terbakar, Bocah 9 Tahun Tewas, Keluarga Luka Parah

Tragedi Subuh di Kisaran: Rumah Pakter Tuak Terbakar, Bocah 9 Tahun Tewas, Keluarga Luka Parah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
UMK Asahan 2026 Naik Jadi Rp.3.531.361, UMSK Sawit dan Karet Ikut Disesuaikan

UMK Asahan 2026 Naik Jadi Rp.3.531.361, UMSK Sawit dan Karet Ikut Disesuaikan

Desember 23, 2025
Direktur RSUD HAMS, Kurniady Sebayang Tidak Peduli Ada Warga Miskin 2 Hari Tertahan karena Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan

Direktur RSUD HAMS, Kurniady Sebayang Tidak Peduli Ada Warga Miskin 2 Hari Tertahan karena Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan

November 14, 2024
Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Korupsi Dana Desa, GARDA-MU Seret Kades Molosipat Utara ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pohuwato

Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Korupsi Dana Desa, GARDA-MU Seret Kades Molosipat Utara ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Pohuwato

Juli 29, 2025
Erens Feninlambir Klarifikasi soal Isu SK Siluman PPPK: Dukung Pembentukan Pansus, Bantah Jadi Aktor Intelektual

Erens Feninlambir Klarifikasi soal Isu SK Siluman PPPK: Dukung Pembentukan Pansus, Bantah Jadi Aktor Intelektual

Juli 7, 2025
JPKP Sumut Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sidomulyo ke Kejati

JPKP Sumut Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Sidomulyo ke Kejati

1

Feby Anazmi Gadis Cantik Kades Desa Banjar Kec.Air Joman Kabupaten Asahan

0
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemprov Sumut Tanam Mangruf di Pantai Romantis Nagalawan

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemprov Sumut Tanam Mangruf di Pantai Romantis Nagalawan

0

Kepala Dinas Pendidikan Asahan Dituding Korupsi Rp.110,5 Milyar

0
Janji Pejabat yang Tak Kunjung Ditepati: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Janji Pejabat yang Tak Kunjung Ditepati: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Juni 13, 2026
Fasilitasi Ranpergub RKPD Jawa Barat Tahun 2027, Kemendagri Tekankan Kualitas Perencanaan

Fasilitasi Ranpergub RKPD Jawa Barat Tahun 2027, Kemendagri Tekankan Kualitas Perencanaan

Juni 12, 2026
FGD Penanggulangan Dengue Bahas Operasionalisasi RAN 2026–2029 Menuju Zero Death 2030

FGD Penanggulangan Dengue Bahas Operasionalisasi RAN 2026–2029 Menuju Zero Death 2030

Juni 10, 2026
Dituding Melakukan KKN, LSM PMPRI Asahan Geruduk Kantor RH PTPN IV Regional II Medan

Dituding Melakukan KKN, LSM PMPRI Asahan Geruduk Kantor RH PTPN IV Regional II Medan

Juni 9, 2026

Recent News

Janji Pejabat yang Tak Kunjung Ditepati: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Janji Pejabat yang Tak Kunjung Ditepati: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Juni 13, 2026
Fasilitasi Ranpergub RKPD Jawa Barat Tahun 2027, Kemendagri Tekankan Kualitas Perencanaan

Fasilitasi Ranpergub RKPD Jawa Barat Tahun 2027, Kemendagri Tekankan Kualitas Perencanaan

Juni 12, 2026
FGD Penanggulangan Dengue Bahas Operasionalisasi RAN 2026–2029 Menuju Zero Death 2030

FGD Penanggulangan Dengue Bahas Operasionalisasi RAN 2026–2029 Menuju Zero Death 2030

Juni 10, 2026
Dituding Melakukan KKN, LSM PMPRI Asahan Geruduk Kantor RH PTPN IV Regional II Medan

Dituding Melakukan KKN, LSM PMPRI Asahan Geruduk Kantor RH PTPN IV Regional II Medan

Juni 9, 2026

Browse by Category

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Internasional
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • TNI POLRI

Recent News

Janji Pejabat yang Tak Kunjung Ditepati: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Janji Pejabat yang Tak Kunjung Ditepati: Ketika Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Juni 13, 2026
Fasilitasi Ranpergub RKPD Jawa Barat Tahun 2027, Kemendagri Tekankan Kualitas Perencanaan

Fasilitasi Ranpergub RKPD Jawa Barat Tahun 2027, Kemendagri Tekankan Kualitas Perencanaan

Juni 12, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta dialogberita © 2024 Web Development PT.TAB

No Result
View All Result
  • Home
  • Ragam
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sumut
  • TNI POLRI

Hak Cipta dialogberita © 2024 Web Development PT.TAB